SBY Desak Petinggi TNI dan POLRI Investigasi ke Nabire

Maraknya bisnis kayu di nabire, dengan pendapatan yang sangat menggiurkan membuat para pembisnis kayu menguasai hutan-hutan di Kabupaten Nabire.

Kerinduan Si Burung Cenderawasih

Dalam rimbunya dedaunan laksana selimut sang malam.

TNI dan POLRI Kuasai Bisnis Kayu di Nabire

Hutang Lindung Yang Kini Telah Di Kerjakan Oleh Oknum TNI dan POLRI NABIRE.

Brimob Todong Masyarakat Adat di Nabire

PAM Satuan Elit Brimob perwakilan Kabupaten Biak di areal perkebunan kelapa sawit PT.Nabire Baru di KM 16 Wami,Distrik Yaur-Nabire.

LMA Nabire Desak KAPOLDA Papua Tarik Pasukan PAM

Nabire ini bukan daerah konflik, jadi tidak perlu harus ada kehadiran anggota pam brimob di nabire.

Jumat, 31 Juli 2015

DAP Papua Gelar Perlombaan Mengenang "MAMBESAK" Di Nabire


Arnold AP Tokoh Antroplog Budaya Papua, Pendiri Group Musik Tradisioanal "MAMBESAK 


Arus perkembangan moderen begitu cepat masuk di seantero indonesia pada umumnya dan papua pada khususnya menyebabkan hilangnya nilai-nilai kearifan lokal budaya adat istiadat yang menjadi sebuah identitas suatu komunitas manusia.

Musik tradisional papua dengan lagu daerah merupakan sebuah ciri khas yang menunjukan integritas manusia papua kini diambang kepunahan. Arnold Aap, seorang tokoh antropolog dan pemerhati musik dan budaya papua yang dalam sejarahnya membuat sebuah group musik MAMBESAK dengan melagukan lagu-lagu daerah asli papua di era tahun tuju puluhan (70-an) dari berbagai bahasa daerah di tanah papua, menjadi sebuah sosok yang patut di contohi oleh generasi muda papua saat ini.


Berhubung dengan hal tersebut diatas, menjadi sebuah motivasi sehingga muncul sebuah ide dari Dewan Adat Papua (DAP), yang diorganisir oleh Sekertaris II DAP "Jhon NR Gobai".Guna melakukan sebuah perlombaan tarik suara dalam bentuk group musik dan seni tarik suara di Nabire, acara dimaksud sekaligus memperingati hari mambesak yang jatuhnya pada tanggal 5 Agustus 2015.

"Iya...Kami rencana buat perlombaan, berhubung dengan hari Mambesak yang jatuh pada tanggal 5 Agustus 2015. Tujuanya sehingga nilai-nilai musik tradisional papua tak punah oleh arus perkembangan zaman. Kata John NR saat dikomfirmasi..

Lanjut John...kami sementara lagi fokus untuk untuk mencari dukungan dana untuk mengsuseskan acara dimaksud.

Hari Mambesak jatuh pada tanggal 5, namun kami rencana akan melaksanakn akan pada tanggal 9 Agustus bertepatan dengan "Hari Masyarakat Pribumi". Lanjut Jhon; Kegiatan dibuka secara umum untuk seluruh simpatisan,Sanggar-sanggar musik dan mereka yang ingin menampilkan talenta mereka terutama musik tradisional.

Kemudian Ketua Panitia Kegiatan "Semalam Mengenang Mambesak" Gunawan Inggeruhi" Saat dikomformasi mengatakan bahwa; Pamflet-pamlet resmi akan dipasang-pasang untuk membuka pendaftara, sementara kami masi panitia masi fokus mencari dukungan dana untuk laksanakan kegiatan...kata Gun

Adapun kegiatan yang rencana dilaksanakan adalah :

Perlombaan dalam bentuk : Group Musik Tradisional

Menyayikan Lagu Wajib : Piruje Bhs.Mor Nabire/voc; Mabesk
Lagu Pilihan : Lagu-lagu Album Mambesak
Pendaftaraan dibuka mulai dari 1 Agustus sampai dengan 7 Agustus.
Waktu Perlombaan : 09 Agustus
Uang Pendaftaran Rp.50.000



Yavet Misiro

Papales Mengabarkan



Jumat, 24 Juli 2015

"KPK-SN GELAR DISKUSI DENGAN STEKHOLDER DI NABIRE"

Nabire- Koalisi Peduli Korban Sawit Nabire (KPK-SN), akan menggelar diskusi dengan sejumlah stekholder di nabire, terkait persoalan konflik sumber daya masyarakat adat suku besar Yerisiam Gua.Rencana kegiatan akan dilaksanakan besok (sabtu, 25/07/2015), bertempat di Aula kantor Kesbangpol nabire.

Menurut Ketua KPK-SN, yang juga sebagai Ketua DAD (Dewan Adat Daerah) Paniai "John NR Gobai mengatakan bahwa; "Tujuan kami melaksanakan diskusi ini adalah, untuk mendengarkan pikiran-pikiran dan pandangan-pandangan oleh seluruh komponen masyarakat yang ada di nabire, baik pejabat,intansi terkait dan masyarakat korban akan konflik ini. Kata John.
Ketua KPK-SN John NR Gobai
Kami juga mengajak seluruh komponen masyarakat nabire yang ingin bergabung dalam diskusi ini, dapat hadir  besok jam 09:30 WP, betempat di aula Kantor Kesbangpol, sehingga kita dapat bersama-sama merubah hal-hal yang mengorbangkan rakyat nabire dan papua secara umum, ajak John...


(Tino Hanebora)

Selasa, 30 Juni 2015

Hendrik Andoi : "Sudah Saatnya Rakyat Nabire Cerdik Dalam Mengusung Dan Memilih Pemimpin"

Nabire- Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Nabire sudah dan sedang dilaksanakan,tahapan demi tahapan sudah dilakukan mulai dari pendaftaran calon Independen hingga calon yang diusung partai. Pemilihan yang direncanakan berlangsung bulan Desember ini mengundang banyak simpati calon untuk maju dalam pertarungan politik dalam merebut kursi emas no satu di Kabupaten induk bagi daerah-daerah pegunungan ini.

Salah satu calon putra pesisir nabire "Hendrik Andoi" yang berpasangan dengan "Stevanus Iyai" dari calon independen, saat di temui beberapa waktu lalu di kediamanya di kalibobo, Hendrik berpesan kepada seluruh warga masyarakat nabire untuk dapat pintar dalam mengusung dan memilih calon yang akan dipilih dalam memimpin kabupaten nabire dimasa yang akan datang.

"Sudah saatnya rakyat nabire cerdik dalam mengusung dan memilih pemimpin" ajak hendrik yang juga masih aktiif sebagi anggota DPRD Nabire 2015-2020.

Tambahnya; rakyat sudah harus jelih dan pandai dalam mengusung calon yang akan dipilih, sehingga harapan-harapan ,problem-problem yang selama ini belum terselesaikan dapat terselesaikan sesuai harapan rakyat terhadap calon yang diusung dan dipilih kedepan. Kata Hendrik..

Foto : Hendrik Andoi (Kiri) dan Rekan Sejawatnya Dalam Berpolitik Udin Mardin (Kanan)

Hendrik juga mengatakan bahwa; memang tahapan menyeleksi untuk menetukan calon-calon yang akan keluar untuk dipilih belum, namun rakyat sudah harus mempunyai persiapan sehingga tidak sungut dalam lima tahun yang akan datang. Dia juga berpesan kepada KPU (Komisi Pemilihan Umum) Nabire, untuk selektif dan transparan dalam melakukan tahapan persiapan pilkada.

"Saya minta kepada KPU Nabire supaya bisa mengedepangkan dan menjunjung asas transparansi dan selektif mungkin dalam melakukan tugasnya, mulai dari hal administrasi hingga hal-hal prinsipnya lainya,sehingga semua proses bisa berjalan lancar dan calon yang keluar itu benar-benar orang yang melalui tahapan dan mekanisme jelas". Harap Hendrik Andoi...

Sekedar informasi, hingga sekarang pihak KPU Nabire masuk dalam menyeleksi dan mengsortir KTP bagi calon-calon idependen yang sudah mendaftar, ditingkat Distrik hingga Kampung...

By.Tino

Sabtu, 23 Mei 2015

Suku Yerisiam Gua Diambang Kehancuran

Pengrusakan Alam Oleh PT.Nabire Baru sebelum terbitnya AMDAL


Papales Mengabarkan/Nabire- Walaupun berulang kali pemilik ulayat Yerisiam Gua yang terbagi didalam sub suku/marga yang arealnya dikerjakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT.Nabire Baru (PT.NB) melakukan protes untuk mendapatkan keadilan akan haknya, yang dipimpin oleh mantan Kepala Suku Yerisiam Almarhum SP.HANEBORA semasa hidupnya, tak mendapatkan hasil apa-apa. Pemerintah seakan-akan tuli ketika masyarakat Yerisiam Gua menyuarakan persoalan mereka tentang investasi PT.NB ini.

Bayangkan hingga saat ini MOU (Memorandum of Understanding) sebagai pilar utama untuk memproteksi hak masyarakat adat kepada investasi ini dan begitupun sebaliknya, tak dilakukan hingga saat ini. Pekerjaan berjalan begitu saja tampa ada kesepakatan apapun yang tertuang didalam sebuah perjanjian.

Bukan hanya hak dan tuntutan masyarakat adat yang tak digubrisnya namun, aturan dan perundang-undangan di Negarapun inipun dilanggarnya seperti, melakukan aktivitas pembukaan lahan mendahului Ijin AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), bekerja mendahului Ijin HGU (Hak Guna Usaha) dan masih banyak kesalahan yang dilanggarnya, sehingga situs-situs sejarah,tempat keramat,dusun sagu,dan dusun buah alam yang seharusnya mendapatkan sortir amdal tak didapatkannya, sehingga sebagian daerah-daerah tersebut habis dibabatnya. Ketika masyarakat adat menuntut hak dan sedikit ekstrim perusahan mendiskreditkan dan memvonis perbuatannya adalah separatis, lalu pendekatan militer digunakan menjadi bemper guna mengamankannya.

Ditengah polemik ini masyarakat adatlah yang dikorbankan. Ketika rakyat mengajukan proposal hal Pendidikan,Kesehatan dan Kesejahteraan perusahan menyampaikan "No Money/Tidak Ada Uang" sungguh cerdik para investor ketika awal datang banyak dalil yang disampaikan sehingga masyarakat adat tergiur dengan gula-gula manisnya, ketika tanah berhasil didapatkannya semua tinggal janji. Masyarakat adat mau ngotot tak punya dasar perjanjian (Sungguh Cerdik Kancil KAPITALIS).

Sekarang lebih dari tragis Ketika HGU sudah didapatkan oleh PT.NB tahun 2015 ini yang sarat dengan manipulasi, perusahan kini bungkam seribuan bahasa, dan menutup diri dari dialog,proposal.dan rekonsiliasi apapun dari pihak manapun. Halamannya dijaga extra ketat oleh Pam Swakarsa Brimobda Papua. Entah ada conspirasi apa ? Semua tak tahu...............................

Yang jelas suku Yerisiam Gua, Kampung Sima Distrik Yaur, Nabire-Papua mengharapkan dukungan dari sudara-sudara Sebangsa Papua Rumpun Melanesia untuk menghapus bentuk penjajahan di atas tanah ini, Karena Suku Yerisiam Gua Diambang Kehancuran oleh Penjajahan KAPITALIS ini....

"Oerebe Ogworohoie...Odgwa Hoie...Otru Hoie"
Artinya : Bersatu Kita Kuat, Berpisah Kita Hancur

Bahasa Yaur





Jumat, 30 Januari 2015

PT.Nabire Baru Dan Brimob Intimidasi Pemilik Ulayat

Foto Aktivitas Terbaru PT.Nabire Baru


Nabire- Pasca pernyataan sikap Suku Besar Yerisiam/Suku Waoha tanggal 19 januari di Binmas Mapolresta Nabire, kepada PT.Nabire Baru (PT.NB), untuk menutup perusahan dan mengentikan segala aktivitas pekerjaanya (Baca Disini : http://pusaka.or.id/demo/assets/2015/01/Yerisiam-Tutup-Perusahaan-Sawit.pdf ).


Namun hingga kini dari hasil pantauan dilapangan, PT.NB masih terus melakukan aktivitas pekerjaan dan tak mengindahkan sikap suku yerisiam. 

Perusahan malah mempolitisir dan mempropaganda pihak pemilik ulayat dengan aparat Pam Brimob Polda Papua Perwakilan Kabupaten Biak Numfor. Sejak sikap suku yerisiam disampaikan, pihak pam brimob, melakukan pengawalan ketat dengan bersenjaata lengkap terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh PT.NB, padahal masyarakat pemilik ualayat telah memberhentikan aktivitas perusahan,  juga menyurati DPRD  dan Muspida Kabupaten Nabire.


Kepala Suku Besar Yerisiam (SP.Hanebora) mengatakan; “Kami sudah menghentikan aktivitas PT.Nabire Baru beberapa waktu lalu melalui sikap tertulis kami,namun hingga kini perusahan masih melakukan aktivitasnya. Dan di Bacup oleh pihak Brimob.


Tambah SP.Hanebora; Kami juga sudah meyurati DPRD Kabupaten Nabire dan pihak muspida (Bupati,Kapolres,Dandim,Kejaksaan dan Pengadilan) kabupaten nabire, untuk menindaklanjuti sikap kami untuk menutup perusahan…Namun sudah dua minggu ini tak ada kabar dari pihak DPRD dan Muspida.


“ Mengapa pihak pemerintah dan penegak hukum terus menutup diri tentang persoalan kami Suku Besar Yerisiam ? Padahal sedang terjadi, sebuah proses intimidasi,penghilangan hak asasi manusia dan genoside kepada kami. Nanti kalau kami masyarakat melakukan perlawanan, kami dituduh lagi …seperatis,makar dan lain sebagainya… ada apa dengan semua ini …??? Keluh…SP.Hanebora


Menurut penuturan salah seorang pemilik ulayat, mengatakan siang tadi (Jumat, 30/01/2015), anggota brimob pam PT.NB, mengusir,melarang dan meneror semua pemilik ulayat yang berada areal konsensi PT.NB untuk tidak melakukan aktivitas pengergajian sisa kayu leand clearing (Penebangan) PT.NB dengan alasan; masyarakat tidak mempunyai hak atas kayu dan tanah lagi. Padahal semua kesepakatan MoU tentang tanah,kayu dan hal-hal fundamental belum diatur sema sekali.


Masyarakat pemilik ulayat beberapa saat melakukan aktivitas penggergajian, kayu hasil land clearing (Penebangan) PT.NB, karena kayu-kayu putih sisah penebangan tak dimanfaatkan dan ditelantarkan dan dikuburkan. akhirnya masyarakat mengolahnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Padahal perjanjian awal, pihak perusahan berjanji kayu tersebut akan diolah dan dikompensasikan kepada pemilik ulayat.


Sekedar Informasi; Sejak PT.NB melakukan aktivitas pekerjaan tahun 2010 hingga sekarang 2015. Banyak persoalan yang terjadi, antara lain; Pekerjaan mendahului amdal,Pengerusakan situs-situs peradapan pemilik ulayat,kerusakan artifak,belum adanya MoU dengan pemilik ualayat dan belum adanya HGU (Hak Guna Usaha).


Saku Besar Yerisiam sanggat mengharapkan perhatian serius dari seluruh LSM,LBH dan Lembaga-Lembaga Adat untuk menginvestigasi dan mengadvokasi persoalan suku yerisiam. Karena Suku Yerisiam Di Ambang Kehancuran…!i By.Papales

Kamis, 22 Januari 2015

Brimob Amankan PT.NB,Pekerjaan Tetap Jalan

Gambar : Anggota Brimob Saat Menahan Otis Waropen Yang Di Tuduh Anggota OPM Beberapa Waktu Lalu

Nabire- Sejak pernyataan Suku Waoha pada Suku Besar Yerisiam dibacakan pada, (Senin,19/01/2015) di bagian Bina Mitra (BINMAS) Polres Nabire, kepada PT.Nabire Baru (PT.NB), ternyata tak digubris oleh pihak perusahan. (Baca Disini : http://pusaka.or.id/suku-besar-yerisiam-nyatakan-sikap-berhentikan-segala-aktivitas-perusahaan-sawit/ )

Dari pantauan papalesmengabarkan.blogspot.com dan pemilik pemilik ulayat dilokasi perkebunan PT.NB pagi tadi (Kamis,21/01/2015) aktivitas masih terus dilakukan dengan pengawalan ketat dan bersenjata lengkap oleh Pam Brimob perusahan.

Gambar : Logo Agro Indonesia/PT.Nabire Baru


Kepala Suku Besar Yerisiam, "SP.Hanebora", saat di komfirmasi media ini; tentang informasi pengabaiaan yang di lakukan PT.NB, tentang sikap suku waoha/suku yerisiam yang tak digubris.

 SPH, mengatakan bahwa; Itu adalah bukti pelanggaran murni yang dilakukan oleh Brimob dan PT.NB, dalam mengamankan sebuah kesalahan...

" Saya tidak ambil pusing dengan, pengamanan brimob yang dilakukan di areal sawit,karena itu adalah bukti pelanggaran HAM berat. Kata SPH....

Lanjut SPH...Kami sudah sampaikan kepada pihak Muspida untuk, bersama-sama dengan kami masyarkat ulayat, untuk menutup perusahan dalam beberapa hari ini.

Kami minta seluruh LSM-LSM dan Lembaga Bantun Hukum (LBH) untuk memantau dan mengawal proses pemberhentian PT.NB.

By.Papales



Senin, 19 Januari 2015

Suku Besar Yerisiam Dan Suku Waoha Berhentikan Aktivitas Perusahan PT.Nabire Baru

Gambar : Penyerahan pernyataan sikap suku besar yerisiam/waoha kepada perwakilan PT.Nabire Baru


Nabire- Pagi tadi (Senin,19/01/2014) , Pukul 09:00 WP, Bertempat di Aula Bayangkari Polres Nabire bagian Bina Mitra (BINMAS). Pihak Binmas menfasilitasi  pertemuan  antara suku besar yerisiam/suku waoha dengan pihak PT.Nabire Baru, atas laporan Kepala Suku Besar Yerisiam. No Polisi : B/16/I/2015/Binmas. Tentang permasalahan hak wilayah pengambilan material dan sumber daya alam.

Dalam pertemuan tersebut, suku yerisiam/waoha menyampikan beberapa sikap tegas, dan mendesak pihak PT.Nabire Baru untuk merealisasikan beberapa permintaan. Dan terhitung mulai dikeluarkan pernyataan sikap maka, aktifitas perusahan hari ini diberhentikan.
Menurut Kepala Suku Besar Yerisiam (SP.Hanbora), pemberhentian aktivitas oleh suku besar yerisiam/suku waoha, dilapangan akan di mulai pada hari rabu,21/01/2015. Dengan bacupan/pengawalan penanggung jawab meliter di nabire dalam hal ini Kapolres,Dandim 1705 P/N  dan Komandan Batalion 753 Arvita. 

“Secara sah dan resmi aktivitas perusahan PT.Nabire Baru sudah diberhentikan tadi, lewat pernyataan tertulis yang kami sampaikan kepada PT.Nabire Baru disaksikan pihak kepolisian diwakili bagian Binmas” Kata SP.Hanebora..

Lanjut…SP.Hanebora…Untuk pemberhentian lapangan dan memasang palang pelarangan aktivitas oleh suku besar kepada PT.Nabire Baru, akan dilakukan pada hari Rabu. Kami Besok (Selasa, 20/01/2015) akan meminta Kapolres,Dandim dan Komandan Batalion,,,untuk mengawal kami dalam proses penyegelan dan pemasangan palang pelarangan.

Kenapa kami meminta kapolres,dandim dan komandan battalion untuk mengawal kami, karena, kalau kami yang melakukan pemalangan sendiri, factor keamanannya tidak terjamin, karena pihak perusahan akan akan mempropaganda kami dengan PAM Brimob Swakarsa yang selama ini membekap pekerjaanya.  Maka itu kami memminta bantuan penanggung jawab meliter di daerah ini. Terang SP.Hanebora…

Berikut Pernyataan Suku Besar Yerisiam/Suku Waoha :