SBY Desak Petinggi TNI dan POLRI Investigasi ke Nabire

Maraknya bisnis kayu di nabire, dengan pendapatan yang sangat menggiurkan membuat para pembisnis kayu menguasai hutan-hutan di Kabupaten Nabire.

Kerinduan Si Burung Cenderawasih

Dalam rimbunya dedaunan laksana selimut sang malam.

TNI dan POLRI Kuasai Bisnis Kayu di Nabire

Hutang Lindung Yang Kini Telah Di Kerjakan Oleh Oknum TNI dan POLRI NABIRE.

Brimob Todong Masyarakat Adat di Nabire

PAM Satuan Elit Brimob perwakilan Kabupaten Biak di areal perkebunan kelapa sawit PT.Nabire Baru di KM 16 Wami,Distrik Yaur-Nabire.

LMA Nabire Desak KAPOLDA Papua Tarik Pasukan PAM

Nabire ini bukan daerah konflik, jadi tidak perlu harus ada kehadiran anggota pam brimob di nabire.

Jumat, 19 Desember 2014

Bupati Nabire Serahkan Kado Natal AMDAL PT.SAD Kepada Masyarakat Sima

Kegiatan TURKAM Bupati Nabire Di Distrik Yaur dan Teluk Umar


PAPALES (PAPUA PASTI LEPAS) Mengabarkan/Nabire- Bupati Nabire; Isais Douw.So,S kemarin (Kamis,18/12/2014) mengadakan turkam mendadak ke dua distrik wilayah timur nabire, yaitu distrik Yaur Dan Distrik Teluk Umar yang bertempat di kampung sima distrik yaur diakhir jabatanya. 

Dalam agenda turkamnya; adalah memberikan bantuan/sumbangan hari natal kepada sejumlah gereja-gereja di dua distrik tersebut yaitu; kampung wami jaya,sima,kwatisore dan yaur distrik yaur. Sedangkan Distrik Teluk Umar; Kampung napan yaur,bawei,goni dan yeretuar distrik teluk umar.

Bupati Isais Douw memberikan bentuan sebesar lima juta (5.000.000) kepada tiap-tiap gereja yang berada di distrik yaur dan distrik teluk umar. Dan juga bantuan-bantuan lainya kepada sejumlah aparat di masing-masing distrik/kampung sebagai ucapan terimakasih kepada kerja-kerja aparat kampung di dua distrik dalam menunjang pekerjaan pemerintah daerah nabire selam lima tahun, masa kepemimpinan bupati isais douw.

“ Apa yang saya berikan semua tadi, adalah sebagai kado natal dan juga ucapan terimakasih saya karna selam ini masyarakat,aparat desa dan gereja menunjang paekerjaan saya di kabupaten nabire. Kata bupati isais douw.

Dalam kunjungan kerjanya juga bupati isais douw, menyerahkan ijin “AMDAL” PT.Sariwana Adi Perkasa, yang tak terbit-terbit selama lima tahun, kepada masyarakat kampung sima distrik yaur, sebagai kado natal juga menurut bupati. 

Bupati mengatakan bahwa; AMDAL PT.Sariwana Adi Perkasa, adalah sebagai pergumulan panjang masayarakat kampung sima dan juga pemerintah daerah, karena selama ini amdal menjadi problem dalam proses pekerjaan dilapangan, dan menghambat apa yang kita harapkan selam ini. Bupati kemudian menyerahkan ijin amdal itu secara simbolis kepada salah seorang warga kampung sima.

Bupati juga meyatakan bahwa; Ijin AMDAL PT.Sariwana Adi Perkasa yang diserahkanya adalah SAH dan tak dapat diganggu gugat, kalau ada pihak yang mengaganggu dan menggugat, bupati menjadi jaminanya, karena investasi sawit ini adalah pintu kesejahteraan bagi rakyat pemilik ulayat dan menambah inkam daerah.

Menyikapi kedatangan Bupati Isais Douw, didua (2) distrik (Yaur dan Teluk Umar); menurut SP.Hanebora (Kepala Suku Besar Yerisiam), bahwa; kedatangan Bupati nabire ke dua (2) distrik tersebut dan memberikan bantuan lain-lain adalah proses pencitraan politik dalam pilkada mendatang, contoh kongkrit, selama lima tahun, dia memimpin nabire, baru pertama kali di akhir jabatanya mengunjungi dua distrik tersebut. Selama ini dia dimana ???

SP.Hanebora Kepala Suku Besar Yerisiam


Bupati stop pencitraan, dan saya yakin masyarakat sudah tidak bodoh dalam menentukan calon pemimpin mereka dimasa mendatang, ini bukan rezim otoriter supaya mereka diatur menurut penguasa.

Kemudian menurut hanebora, mengenai AMDAL yang diserahkan oleh bupati kepada masyarakat sima, adalah hal yang kontradiksi dan melecehkan masyarakat pemilik ulayat.

Menurutnya; masyarakat tidak punya kewenangan menerima Amdal PT.SAD, karena yang punya perusahan bukan masyarkat tapi perusahan. Kemudian amadal yang diserahkan sangat rancuh, masa aktivitas pembukaan lahan sudah lima (5) tahun baru amdal baru diterbitkan. Ini kan sebuah kesalahan…dan bupati juga harus bertanggung jawab akan sebuah kesalahan ini.

“Bupati harus bertanggung jawab akan kesalahan yang dilakukan kepada masyarakat adat terkait, pemberian AMDAL yang kontradiksi…Tegas SP.Hanebora.

Hanebora mengatakan bahwa; dia akan terus melawan sebuah kesalahan yang terjadi diatas tanah ulayat yerisiam  yang dititipkan oleh Tuhan lewat moyang kepada dia. Dan tidak akan pernah tolerir sebuah kesalah, berbagai cara akan ditempuh dalam merahbilitasi investasi yang tak jelas di tanah ulayat yerisiam. By.Omti

Rabu, 10 Desember 2014

TULISAN AKSI SOLIDARITAS SUKU BESAR YERISIAM, ATAS KORBAN PELANGGARAN HAM ENAROTALI



BERHARAP...!i

Oleh : SP.Hanebora (Kepala Suku Besar Yerisiam)

KEPALA SUKU BESAR YERISIAM KABUPATEN NABIRE PAPUA (SP.HANEBORA)


Tidak berlebihan jika kita “BERHARAP”, berharap mempunyai makna akan adanya secuil perhatian, sentuhan, tanggapan  dan sebagainya. Yang didalamnya akan menjadi motivasi bagi setiap kita untuk bangkit dari sekedar “MENGAHARAP” akan belas kasihan dari penguasa dan TNI/POLRI secara bergantian dan terus-menerus;


 “MERAMPAS PEKERJAAN TAKDIR DITANGAN PENCIPTA. UNTUK MENCABUT NYAWA ANAK-ANAK NEGERI PAPUA TAK BERDOSA, YANG SENANG TIASA MENDAMBANGKAN BEBAS TERBANGNYA CENDERAWASIH DIBUMI KOTEKA”

Akan mampukah kita bertahan hidup ? hanya dengan mengaharapkan segenggam harapan dari sebongkah kenyataan bahwa  anak-anak negeri papua tak berdosa terus berjatuhan dengan alasan murahan dari TNI/POLRI mempertahanangkan keselamatan,tidak sengaja, tapi juga pihak ketiga OTK/OPM.

Mampukah kita mempertahankan predikat Papua Tanah Damai ? Sementara TNI/POLRI dan pemimpin-pemimpin bangsa ini terus MENGHENTAKAN TARING UNTUK SEBUAH KEAMANAN SEMU, YANG TIDAK MANUSIAWI DAN TIDAK BERMARTABAT.

Saat ini kami menangis…lagi dan akan terus menangis….karena tanah ini harus menampun darah Empat (4)  orang anak negeri tanah papua tak berdosa yang dicabut nyawanya secara kejam oleh TNI/POLRI di Enarotali Kabupaten Paniai (Alpius Youw, Alpius Gobai, Simon Degei dan Yulian Yeimo ) Pada Hari Senin, 08 Desember 2014. Mereka pergi meninggalkan cita-cita luhur dan masa depan mereka untuk selama-lamanya. Saat dimana masayarakat pribumi (Adat) menangis secuil harapan dari Otsus yang merupakan hak mereka untuk hidup dalam kedamaian. 

Dilain sisi masih ada duri-duri,kekejaman,penindasan dari pemerintah melalui aparat, seakan-akan penjajahan tidak lepas dari pribumi papua (Masayarakat Adat)


“ MAKA SAYA KEPALA SUKU BESAR YERISIAM MENYATAKAN DENGAN NAMA TUHAN YANG MAHA ESA DAN MAHA KUASA, MENGUTUK MEREKA-MEREKA ANGGOTA APARAT TNI DAN POLRI YANG MENGORBANGKAN EMPAT (4) ORANG ANAK NEGERI PAPUA, DAN MELUKAI SEJUMLAH ANAK-ANAK NEGERI PAPUA, SEKARANG INI SAMPAI SELAMA-LAMANYA “.